19 Rajab 1428 H / 3 Agustus 2007 M
Ya, tentu saja kita semua tau… judul diatas merupakan sesuatu amalan yang ringan untuk diucapkan oleh siapa saja dan juga mempunyai fadillah yang amat besar.(Betul gak?) Hmm… tapi apakah kita semua sudah sering mengamalkannya serta menyerapi apa makna dari kalimat yang sangat indah ini bila ? (Udah belom??)
Dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwasanya ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw: Bagaimanakah Islam yang baik itu?" Beliau menjawab, "Yaitu mau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kepada orang yang belum kamu kenal." (HR. Bukhari Muslim).
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Salam itu tak lagi terdengar sumbang di telinga, karena ia nyaris sudah menjadi budaya. Kini nyaris semua orang menjadikannya sebagai salam pembuka, pengawali teks pidato, memulai ceramah, mengantarkan pembicaraan dan sapaan kesopanan. Hingga ia pun terdengar sama, seperti halnya selamat pagi, punten, permisi kulonuwun....
Namun mungkin tak banyak yang masih mengingat, Sang Kekasih Allah telah bersabda, bahwa ucapan itu menjadi salah satu parameter kebaikan seorang muslim, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim di atas; Berislamlah dengan baik dengan mengucap salam kepada yang engkau kenal dan tidak engkau kenal...
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Ucapan ini sudah sedemikian akrab di lidah ummat muslim. Tiada kaku orang mengucapkannya. Baik yang memang setiap hari menyebutnya minimal
Tapi sudahkah ia menjadi menjadi sarana pengikat cinta…??? (Mmm… sudah belum ya? hayo ngaku. He…3x). Sebagaimana kabar yang disampaikan Abu Hurairah ra? Ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, "... Maukah kamu sekalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu mengerjakannya maka kamu sekalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantara kamu sekalian". (HR Muslim).
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Sobat muslim semua, sungguh kalimat ini amat mudah diucapkan. Hingga terkadang banyak diantara kita yang meremehkan. Bahkan ada pula yang hendak menggantikan kalimat yang indah ini dengan ucapan selamat pagi, atau sapaan lokal dan teritorial lainnya. Tidakkah kita semua teringat kata seorang sahabat, Abu Yusuf (Abdullah) bin Salam ra: Saya mendengar Nabi 'alaihissalaam bersabda: "Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam, berikanlah makanan, hubungkanlah tali peraudaraan, dan shalatlah pada waktu manusia sedang tidur, niscaya kamu sekalian akan masuk surga dengan selamat." (HR Turmudzi). Duhai, alangkah nikmatnya! Ternyata tiket surga tidak mahal. 'Cukup' dengan menyebarkan salam.
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh. Sobat, betapa cintanya Rasulullah SAW dengan untaian kata ini. Hingga tak lepas lisannya dari salam di setiap waktu dan kesempatan. Saat mendatangi suatu kaum, Rasulullah mengucapkan salam ini dengan diulang tiga kali. Saat Beliau melewati sekumpulan kaum wanita, saat bertemu dengan sekelompok anak-anak, saat bertamu atau memasuki rumahnya sendiri, doa rahmah itu mengalun indah dari bibirnya. Bahkan saat di dalam majelis, beliau tak bosan membalas salam sahabatnya yang hadir satu persatu, pun ketika mereka satu demi satu kemudian meninggalkan majelis dan kembali mengucap salam.(Subhanallah!).Bahkan beliau pernah bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian bertemu dengan saudaranya, maka hendaklah ia mengucap salam kepadanya. Dan seandainya diantara keduanya terpisah oleh pohon, dinding atau batu, kemudian bertemu kembali, maka hendaklah ia mengucapkan salam lagi". (HR Abu Dawud).
Maka sungguh sangat indah, jikalah salam itu disebarkan oleh wajah penuh senyuman, dihayati dan diresapi sebagaimana Abbas Assisi menyampaikan dalam surat-surat kepada sahabat-sahabatnya: Salaam Allah 'alaika wa rahmatuhu wa barakaatuh. Sungguh damai dan nyaman, jika salam kita sampaikan sebagai ta'abbudan (ibadah) dan mahabbah (kecintaan), bukan sekedar kebiasaan. Salaam Allah yaa Ikhwatii, ya khalilii, wa rahmatuhu wa barakatuh. (Semoga Allah memberikan kedamaian, kasih mesra dan barakahNya untukmu saudaraku, sahabatku). Doa tulus ini kupersembahkan untukmu .Wassalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

1 komentar:
Kok gak update-update. Ono opo??? Yang gak di Balikpapan nunggu-nunggu nih...
Posting Komentar