Minggu, 07 Oktober 2007

SOULFUL

Edisi 4 tahun 2
4 Agustus 2006 M/10 Rajab 1427 H

Sobat, kalo menurut kamu Ghur nulis judul ini karena ada hubungannya dengan musik soul atau Rubben Studart, finalis American Idol yang suaranya nge-soul banget. Berarti kamu salah besar. Weit..kok salah sih? Yup, soalnya judul kita sekarang jauh banget dari lagu dan musik, meski di atas tadi nyinggung dikit. Dikit-dikit nyinggung, dikit-dikit nyinggung, nyinggung kok dikit-dikit…wah ngelantur nih. Soalnya, yang kita pengen bagi ama sobat semua di buletin ini adalah info dan bahasan soal soul (jiwa). Plus hubungannya dengan remaja. Ini penting loh…Lho kok bisa? Ya bisa dong, tapi kita ga bisa jawab kalo kamu ga baca buletin ini sampe kelar. Kenapa? Ya gitu deh. Eh, tambahan juga nih, kalo perlu edisi ini kamu bawa kemana-mana. Kenapa lagi? Supaya bisa nemeni kamu saat sendiri. Walah!! Enggak lah. Biar bisa nyadarin kita semua kalo perlunya semangat dalam jiwa untuk mencintai, mempelajari, memahami dan mendakwahkan Islam. Yuk kita baca sama-sama dengan soulful…

Sobat, menurut Prof. Drs. S. Wojowasito dan W. J. S. Poerwadarminta dalam Kamus Lengkap Inggris-Indonesia. Soul dalam bahasa Inggris berarti jiwa. Sedangkan kata soulful bermakna penuh dengan semangat yang menyatu dalam jiwa. Lawan dari kata soulful adalah soulless yang artinya tanpa jiwa. Weit..kita ga ngajarin bahasa Inggris nih. Cuman ngasih tahu aja. Konkritnya gimana sih? Gini, kalo sobat semua masih ga mudeng, kita kasih contoh aja yach. Soulful bisa dicontohkan dengan semangat orang-orang yang lagi ngangkat senjata dan berperang. Lebih konkritnya lagi, para mujahid yang berjihad di jalan Allah. Allahu Akbar!! Sedangkan soulless bisa digambarin sebagai orang-orang yang menjadi pasien di RSJ, ngerti kan, ya bener Rumah Sakit Jiwa. Meski mereka memiliki nyawa dan indera namun, mereka ga punya jiwa dan kesadaran. Istilahnya, ga ada feel dalam raga mereka. Hasilnya ya bisa dilihat sendiri. Kasihan ya…Nah itu tadi contoh konkritnya. Bener ga sih, kalo kita kudu jelas kalo mau menerangin sesuatu? So pasti gitu deh, soalnya segala hal itu kudu konkrit, konkrit dan konkrit. Cool banget ga sih gaya gue. Halah…


Soulful versus Soulless

Sobat, kenal kan Bill Gates? Ya..kalo kenal, dimana kenalannya? Chatting? Halah, ngelantur lagi…Nah kalo kenal, asal ngerti aja kalo saking soulful banget untuk ngembangin bisnisnya si doi, Bill Gates, di usianya yang ke-19 tahun sudah berhasil bikin program komputer. Enam tahun kemudian di usianya ke-25 tahun, dia sudah berhasil bikin perusahaan sendiri dan terbesar di seluruh dunia, tahu kan Microsoft. Gokil ga sih. Selain Mr. Bill, kalo dari tokoh Islam , kita kenal yang namanya Ibnu Sina (Avicenna). Yang soulful berat dalam studi. Saat umur 17 tahun, Ibnu Sina belajar kedokteran dan setahun kemudian sudah jadi dokter. Buusseet. Ini namanya belajar ngebet abis. Pas usia 21 tahun, buku satu perpustakaan terbesar dan terkenal di jamannya sudah habis dinikmati. Dibaca maksudnya, ga dimakan loh. Saat itu juga beliau mulai nulis buku tentang kedokteran yang kemudian menjadi acuan seluruh dunia. Kebayang ga sih…

Itu tadi dua contoh insan yang soulful dalam menjalani hidup. Mereka berdua juga manusia seperti kita. Apalagi rocker? Rocker kan juga manusia. Halah….Back to our topic, dua contoh pribadi tadi menjalani kehidupan juga sama seperti kita. Makan, minum, tidur, mandi, de el el. Satu hari satu malam, juga sama 24 jam, ga ada bedanya ama kita sekarang. Hanya dua perbedaan besar antara mereka dan kita. Yang pertama mereka mampu mengatur waktu dengan efektif dan efisien, dan yang kedua mereka soulful banget dalam memanfaatkan tenaga, pikiran dan kemampuannya. Akhirnya, mereka mampu memberikan hasil yang terbaik untuk hidupnya. Makanya soulful itu penting berat bro…
Jangan mau deh kita jalani hidup dengan soulless. Akibatnya bisa jadi bom harakiri buat kita. Hidup
kan cuman sekali. Maka jangan disiakan deh. Salah berat kalo kita beranggapan hidup yang cuma sekali ini dipake bermain-main atau berhura-hura semata. Nyesel kita nantinya. Dan kalo udah nyesel, waktu ga bisa balik lagi deh. Andaikan aja waktu bisa balik lagi, pasti kamu adalah…Doraemon. Halah lagi…


Kiat Menjadi Soulful

Ga susah kok kalo kita ingin semangat dalam melakukan sesuatu. Tapi bukan berarti segampang membalik telapak kaki (bosan ah telapak tangan terus). Komitmennya (atau tekadnya) kembali pada diri kita. Dan gimana konsisten (bahasa gaulnya teguh pendirian) kita untuk berubah. Kenapa? Ya semangat seseorang kadang-kadang bisa turun naik. Tergantung pada dorongan untuk apa dia berbuat. Kita beri contoh ya…Tapi ini contoh soulful yang salah loh. Sobat, ngerti kan kalo ada orang yang lagi bisnis. Nah namanya juga usaha datangin uang, maka segala hal yang bisa bikin rupiah ada di tangan, ya bakal dia lakukan dengan semangat (soulful). Apalagi kalo kepepet. Wah udah. Orang yang semangat tapi salah arah, adalah pas dia ga mandang halal dan haram untuk melakukan sesuatu. Segalanya, asal sambar aja. “Tancap abis…”katanya. Yang penting money alias duit dapat dipingit. Dikit-dikit duit, dikit-dikit duit, duit kok dikit-dikit. Halah….

Sobat, itu tadi sekedar deskripsi orang-orang kapitalis. Ngerti kan kaptalis itu apa? Ya benar…, orang yang hidupnya dipake cuma untuk menyembah uang dan harta. Gaya hidupnya hedonis alias buang-buang uang. Uang kok dibuang-buang sih, kasih kita aja. Halah-halah. Bahkan hanya gara-gara kepepet masalah uang dan ingin hidup serba mewah, tak jarang diantara mereka ada yang sampe jual togel, narkoba, VCD porno, hingga melacurkan diri. Aduh, amit-amit jabang babreng!! Tapi contoh ini jangan ditiru yach, ini hanya sekedar gambaran aja. Tapi jangan digambar beneran.
Terus gimana soulful yang bener itu? Nah, kalo masalah ini, kita juga akan ngasih contoh perilaku sahabat Rasulullah SAW. Saat itu pas perang Mu’tah (dengerin…ini kisah nyata loh). Kaum muslimin yang berjumlah 3000 orang berhadapan dengan 100.000 tentara
Persia ditambah 100.000 tentara Romawi. Gile, timpang banget kan. Tapi apakah kaum muslimin yang kalah jauh jumlah kekuatan dan pasukan terus mundur dan lari dari medan jihad? Tentu aja tidak. Malahan nih salah seorang sahabat Rasul yang bernama Abdullah bin Ruwahah justru berteriak di tengah-tengah sahabat Rasul yang lain “Hai kaum muslimin, demi Allah, sesungguhnya sesuatu yang kalian benci, justru kalian cari, yaitu syahid! Kita keluar untuk berperang bukan karena jumlah kita yang besar, bukan karena kekuatan, dan bukan karena pasukan yang banyak. Tapi kita berperang dengan agama (Islam), yang telah Allah muliakan. Marilah kita maju! Sesungguhnya di tengah kita akan ada satu di antara dua kebaikan, menang atau mati syahid!” Maka semua sahabat Rasul menyambutnya dengan takbir, “Allahu Akbar!” Mereka kemudian maju dan menang. Subhanallah.

Itu tadi contoh soulful yang bener. Soulful yang sejati. Ya..semangat yang muncul dari dalam jiwa manusia. Berupa keimanan. Aqidah Islam.yang bisa memompa adrenalin untuk bergerak dan menyampaikan kebenaran. Ya..meskipun terkadang pahit untuk dikatakan. Dan terkadang resiko yang berat ada di hadapan. Seharusnya kita pantang menyerah bro. Hanya saja, sekarang soulful yang haq ini sedikit demi sedikit udah mulai terkikis dari jiwa kita, para remaja Islam. Padahal hanya dengan soulful seperti inilah, remaja Islam bakal bisa nemuin jati dirinya. Dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup dan akan kemana setelah mati. Anehnya kita sekarang malah lebih senang dengan semangat semu. Yang gampang berubah. Dan mudah ter-erosi oleh budaya barat. Hasilnya, kita hanya sekedar orang, dengan nyawa dan indera, tanpa jiwa dan kesadaran di dalamnya. Tul ga sih?

Mau bukti? Gampang, tapi ingat ini hanya contoh lo ya..jangan kesindir. Tapi kalo ngerasa kesindir, cepet-cepet istighfar deh, berarti memang ada yang salah pada diri kita. Nah, pas MOS (Masa Oreiantasi Siswa) kita dibentaki senior, padahal kita ga salah, tapi kita diem dan mau aja. Kita mengiyakan juga pas MOS, saat kakak kelas ngasih kita tugas atribut yang ga ada hubungannya dengan sekolah (semisal, topi kerucut, memake nama panggilan gantung, tas dari plastik, kardus dan sebagainya). Padahal kita justru keliatan (sorry) culun banget pas mengenakannya. Iya kan? Kita SMA loh fren…bukan anak TK lagi. Kita udah dewasa. Kita udah ngerti mana yang bener dan mana yang salah. Ortu kita udah mati-matian banting tulang untuk nyekolahin kita. Eh di sekolah, kita digituin malah diem aja. Dosa loh kita sama ortu. Jangan mau dibohongi donk. Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Katakan yang haq meskipun itu pahit.”(Al Hadits).


Nah, udah saatnya sekarang melatih soulful kita yang haq. Dengan apa? Mengkaji dan memperdalam Islam. Sehingga kita menjadi insan kamil (manusia seutuhnya). Ga timpang sebelah. Karena hanya dengan Islam saja, semangat yang sejati bisa kita dapat. Mau pinter, cerdas, kaya dan sebagainya…silahkan aja. Tapi kita harus memulainya dengan start awal yang bener. Dengan belajar Islam secara kaffah dan serius. Tanpa itu, nonsense bro…Seperti halnya firman Allah SWT, “Dan katakanlah: “Kebenaran telah datang, dan kebatilan telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. Al Israa’: 81). Jadilah perfect dengan Islamic soul

Tidak ada komentar: