4 Agustus 2006 M/10 Rajab 1427 H
Sobat, kalo menurut kamu Ghur nulis judul ini karena ada hubungannya dengan musik soul atau Rubben Studart, finalis American Idol yang suaranya nge-soul banget. Berarti kamu salah besar. Weit..kok salah sih? Yup, soalnya judul kita sekarang jauh banget dari lagu dan musik, meski di atas tadi nyinggung dikit. Dikit-dikit nyinggung, dikit-dikit nyinggung, nyinggung kok dikit-dikit…wah ngelantur nih. Soalnya, yang kita pengen bagi ama sobat semua di buletin ini adalah info dan bahasan soal soul (jiwa). Plus hubungannya dengan remaja. Ini penting loh…Lho kok bisa? Ya bisa dong, tapi kita ga bisa jawab kalo kamu ga baca buletin ini sampe kelar. Kenapa? Ya gitu deh. Eh, tambahan juga nih, kalo perlu edisi ini kamu bawa kemana-mana. Kenapa lagi? Supaya bisa nemeni kamu saat sendiri. Walah!! Enggak lah. Biar bisa nyadarin kita semua kalo perlunya semangat dalam jiwa untuk mencintai, mempelajari, memahami dan mendakwahkan Islam. Yuk kita baca sama-sama dengan soulful…
Sobat, menurut Prof. Drs. S. Wojowasito dan W. J. S. Poerwadarminta dalam Kamus Lengkap Inggris-Indonesia. Soul dalam bahasa Inggris berarti jiwa. Sedangkan kata soulful bermakna penuh dengan semangat yang menyatu dalam jiwa. Lawan dari kata soulful adalah soulless yang artinya tanpa jiwa. Weit..kita ga ngajarin bahasa Inggris nih. Cuman ngasih tahu aja. Konkritnya gimana sih? Gini, kalo sobat semua masih ga mudeng, kita kasih contoh aja yach. Soulful bisa dicontohkan dengan semangat orang-orang yang lagi ngangkat senjata dan berperang. Lebih konkritnya lagi, para mujahid yang berjihad di jalan Allah. Allahu Akbar!! Sedangkan soulless bisa digambarin sebagai orang-orang yang menjadi pasien di RSJ, ngerti
Soulful versus Soulless
Sobat, kenal
Itu tadi dua contoh insan yang soulful dalam menjalani hidup. Mereka berdua juga manusia seperti kita. Apalagi rocker? Rocker
Jangan mau deh kita jalani hidup dengan soulless. Akibatnya bisa jadi bom harakiri buat kita. Hidup
Kiat Menjadi Soulful
Ga susah kok kalo kita ingin semangat dalam melakukan sesuatu. Tapi bukan berarti segampang membalik telapak kaki (bosan ah telapak tangan terus). Komitmennya (atau tekadnya) kembali pada diri kita. Dan gimana konsisten (bahasa gaulnya teguh pendirian) kita untuk berubah. Kenapa? Ya semangat seseorang kadang-kadang bisa turun naik. Tergantung pada dorongan untuk apa dia berbuat. Kita beri contoh ya…Tapi ini contoh soulful yang salah loh. Sobat, ngerti
Sobat, itu tadi sekedar deskripsi orang-orang kapitalis. Ngerti
Terus gimana soulful yang bener itu? Nah, kalo masalah ini, kita juga akan ngasih contoh perilaku sahabat Rasulullah SAW. Saat itu pas perang Mu’tah (dengerin…ini kisah nyata loh). Kaum muslimin yang berjumlah 3000 orang berhadapan dengan 100.000 tentara
Itu tadi contoh soulful yang bener. Soulful yang sejati. Ya..semangat yang muncul dari dalam jiwa manusia. Berupa keimanan. Aqidah Islam.yang bisa memompa adrenalin untuk bergerak dan menyampaikan kebenaran. Ya..meskipun terkadang pahit untuk dikatakan. Dan terkadang resiko yang berat ada di hadapan. Seharusnya kita pantang menyerah bro. Hanya saja, sekarang soulful yang haq ini sedikit demi sedikit udah mulai terkikis dari jiwa kita, para remaja Islam. Padahal hanya dengan soulful seperti inilah, remaja Islam bakal bisa nemuin jati dirinya. Dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup dan akan kemana setelah mati. Anehnya kita sekarang malah lebih senang dengan semangat semu. Yang gampang berubah. Dan mudah ter-erosi oleh budaya barat. Hasilnya, kita hanya sekedar orang, dengan nyawa dan indera, tanpa jiwa dan kesadaran di dalamnya. Tul ga sih?
Mau bukti? Gampang, tapi ingat ini hanya contoh lo ya..jangan kesindir. Tapi kalo ngerasa kesindir, cepet-cepet istighfar deh, berarti memang ada yang salah pada diri kita. Nah, pas MOS (Masa Oreiantasi Siswa) kita dibentaki senior, padahal kita ga salah, tapi kita diem dan mau aja. Kita mengiyakan juga pas MOS, saat kakak kelas ngasih kita tugas atribut yang ga ada hubungannya dengan sekolah (semisal, topi kerucut, memake nama panggilan gantung, tas dari plastik, kardus dan sebagainya). Padahal kita justru keliatan (sorry) culun banget pas mengenakannya. Iya
Nah, udah saatnya sekarang melatih soulful kita yang haq. Dengan apa? Mengkaji dan memperdalam Islam. Sehingga kita menjadi insan kamil (manusia seutuhnya). Ga timpang sebelah. Karena hanya dengan Islam saja, semangat yang sejati bisa kita dapat. Mau pinter, cerdas, kaya dan sebagainya…silahkan aja. Tapi kita harus memulainya dengan start awal yang bener. Dengan belajar Islam secara kaffah dan serius. Tanpa itu, nonsense bro…Seperti halnya firman Allah SWT, “Dan katakanlah: “Kebenaran telah datang, dan kebatilan telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. Al Israa’: 81). Jadilah perfect dengan Islamic soul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar