Jumat, 30 November 2007

MAU GAUL ?? HATI - HATI LOOH....

Istilah gaul dalam kamus remaja udah jadi bahasan wajib bin fardhu. Frase gaul dalam kehidupan sehari-hari ga jarang lagi dibahas. Tentu aja anggotanya berdarah muda. Ga mungkin kan kalo ada grup ato kelompok yang anggotanya seumuran Mbah Maridjan. Hehe..Pokoke ruso!!
Dalam kamus remaja, makna gaul punya 2 makna. Pertama, istilah gaul untuk orang. Nah, orang yang gaul, punya gambaran sebagai orang yang musti matching kalo diajak ngobrol. Misal, ngomongin soal si badan kekar John Cena yang main di film The Marine. Pasti nyambung ke si caem Samantha (Julie Estelle) yang jadi serem di film Kuntilanak. Pokoknya, seru abis deh. Top bgt. Ampe - ampe jajanan lebaran satu meja abis gara - gara asyik ngobrol sambil incip-incip kue. Aduh....kesindir nih. Kedua, istilah gaul untuk benda. Benda-benda yang disebut barang gaul, sebenarnya adalah barang yang udah nyimpang jauh dari fungsi utamanya. Sandal gaul misalnya, ga lagi sebagai alas kaki untuk jalan. Cuma buat gaya doank. Kacamata gaul, ga lagi untuk melindungi mata dari sinar mentari. Justru dipake buat nambah pede.
Naah, kedua makna gaul tadi, baik untuk yang namanya orang ataupun benda, ga bisa dipisahkan. Mudah ditebak. Ujung-ujungnya, ngebawa gaya hidup alias life style. Orang yang sudah make asesoris gaul, kayaknya ga komplit kalo ga nyatu ama pola hidupnya yang katanya juga gaul. Mulai dari caranya ngomong, sampe dandan, semua kalo bisa pake tata cara gaul. And gaya hidup yang ditawarin bukanlah gaya hidup yang serba biasa dan sederhana, bahkan jauh dari itu.
Justru gaya hidup serba hedonis dan kapitalis alias menilai segalanya dari uang, jadi rujukan dalam menjalani hidup. Bahkan kalo perlu, harga dirinya pun bisa dijual, asal dapat kekayaan plus keinginan, meski cuma sekedar untuk beli pulsa handphone Astagfirullah. So, jadilah remaja-remaja sekarang ini menjadikan asas manfaat sebagai modal utama dalam interaksi sosial. Terutama cara bergaul dengan rekan-rekannya, baik yang sesama jenis maupun dengan lawan jenisnya. Awas nyetrum… stop kontaknya masih nempel. Hee…hee
Dalam konteks yang seperti ini, ga heran, kemaksiatan di dunia remaja bangkit. Atas nama dan latar belakang gaul kek, modern kek, kebebasan kek atau apapun namanya. Ga ada lagi pertimbangan agama di dalamnya. En, ga cukup dirinya yang jadi korban keganasan budaya barat, tapi seringkali teman-temannya juga diseret ikut serta.
Fenomena gaul yang awalnya hanya sekedar istilah untuk orang yang gampang nyambung dan up to date serta barang-barang nyeleneh buat begadang, jadi bergeser ke arah pandangan hidup dan life style. Malah, sebagian besar memaknai gaul adalah kebebasan, di dalamnya termasuk seks bebas. Walah-walah.
Cilokonya, para remaja mungkin aja ada yang berargumen pantang mundur, nyebut kalo kebebasan seks identik end pergaulan kehidupan modern. Padahal, menurut seksolog dokter Naek L. Tobing, seks bebas adalah kehidupan primitif. "Seks bebas terjadi sebelum agama lahir," katanya. “Ketika peradaban semakin maju, dan ilmu pengetahuan berkembang, seks bebas ternyata terbukti membawa banyak persoalan. Selain merusak tatanan sosial juga menyebarkan berbagai penyakit gawat.” Lanjutnya. Ga cukup di situ. Akibat pergaulan bebas, kasus aborsi jadi tren, hanya untuk sekedar menghilangkan malu akibat berbuat mesum, remaja yang hamil mau membunuh jabang bayinya tanpa ampun. Masya Allah…
Kenapa mereka tega ngelakuin itu smua? Sebagian besar menjawab, kalo hal itu bagian dari remaja gaul. Angka kejadian aborsi di Indonesia mencapai 2,5 juta kasus, 1,5 juta diantaranya dilakukan oleh remaja. Oh…my…God…Mau jadi apa remaja negeri kita ini?
So, sobat muslim smua, inilah yang terjadi kalo awalnya kita udah salah persepsi tentang istilah gaul. Kesalahan itu terus diyakini dan akhirnya dijadikan pegangan hidup. Makanya, mulai sekarang ati-ati deh dalam ambil istilah. Karena, kalo istilah itu ga sesuai ama Islam, haram loh tuk mengambil, menerapkan bahkan menyebarluaskan.
Sobat, makin santernya serangan instant culture dari budaya barat, mau ga mau kudu bikin kita serba waspada. Jangan asal percaya. Apalagi terus ngidrus ngalor ngidul. Allah SWT merintahkan kita untuk merujuk pada sumber asli istilah itu, sehingga kita ga salah langkah. Enn, Ghur cuma mo ingetin aja kalo mo gaul kudu ati - ati lho…OK!!!

Tidak ada komentar: