Innalillahi wa inna ilaihi raa ji’uun...Kalian pasti udah apal banget sama petikan ayat itu kan? Kayaknya nggak gaul abis kalo kita nggak ngeh sama petikan Firman Allah yang sering diucapin kalo kita kena musibah. Bener, Man! Saat ini kita musti ngucapin kalimat di atas coz kita semua lagi “sakit parah”. Ummat sekarang lagi banyak ditimpa masalah yang rumit banget. Kalian pasti tau kan, utang luar negeri negara kita berapa? belum lagi jumlah masyarakat miskin yang seabrek jumlahnya. Dan kita semua harus tau kalo itu semua cuma setitik debu di tengah lautan padang pasir. Masih buaaanyak, permasalahan lain yang lebih besar dibanding masalah-masalah yang udah disebutin di awal. Bila kita tengok saudara-saudara kita di Palestina, Afganistan, Irak, dsb di mana mereka nggak bisa tidur nyenyak, makan enak, apalagi tertawa terbahak seperti yang sering kita. Coba kita bayangin kalo semua orang yang menderita itu adalah kita, atau sodara kita, atau bahkan bapak ibu kita.
Sebagai seorang Muslim, kita wajib memikirkan kondisi ummat yang lagi “sekarat” ini. Sesuai firman Allah swt dalam surat Al-Hujarat:10, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah bersaudara”. Juga sabda Nabi saw: “Perumpamaan orang-orang Mu’min dalam hal kecintaan, kasih sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Jika satu anggota tubuh tersebut sakit maka akan menjalarkan kesakitan itu pada semua anggota tubuh yang lain dengan menimbulkan tidak bisa tidur dan demam” (H.R. Muslim). Maka dari itu, nggak gaul banget gitu loh, kalo kita melupakan perkara penting ini. Nah, kembali ke masalah tadi. Kalo kita udah sadar kalo kita semua adalah bersaudara, dan tau permasalahan yang dihadapi ummat saat ini, maka untuk mengatasinya kita perlu tau dulu penyebab timbulnya masalah itu. Bila ada pasien yang mengeluh sakit perut, Sang Dokter pasti bertanya, “makan apa kemaren?” ato “makannya teratur nggak?”. Artinya, dokter itu mencoba mencari tau apa penyebab timbulnya sakit perut, supaya dokter bisa ngasih resep obat yang tepat untuk menyembuhkan si pasien tadi, kalo aja si Dokter tadi nggak paham tentang berbagai penyakit dan penyebab timbulnya penyakit, maka hal ini akan membahayakan kesehatan pasien. Kalo kita hubungkan dengan masalah yang dihadapi oleh ummat Islam, maka sebenernya kita semua bertindak sebagai seorang Dokter yang harus menyelamatkan pasiennya dengan segera. Hal pertama yang musti kita lakukan adalah, kita harus tau dulu penyakit apa yang diderita ummat Islam. Lalu kita juga kudu ngeh obat apa yang tepat buat nyembuhin penyakitnya.
Apa sich, Penyakitnya..? Kalo kita mau tau apa penyakitnya, berarti kita harus tau juga apa aja gejala2 yang dialami pasien (baca: ummat). Coba aja kita perhatiin orang-orang di sekeliling kita, pasti cuma sedikit yang rajin sholat, rajin baca Qur’an, apalagi da’wah. Gimana mau sholat, lha wong nyari makan buat sehari aja udah susah banget. Kebanyakan dari mereka pasti akan berpikiran kayak gitu, dan masih banyak lagi keluhan2 lain yang lebih parah lagi. Nah, dari contoh kasus di atas dapat kita tarik kesimpulan, bahwa ternyata penyakit yang diderita ummat sekarang adalah “pemahaman keislaman” yang rendah. Mereka nggak memahami apa itu Islam yang sebenarnya. Kebanyakan dari kita sebagai bagian dari ummat islam, lebih mementingkan dunia daripada akhirat.
Apa sich, penyebabnya ? Setelah kita tau penyakitnya, langkah kedua adalah kita kudu tau penyebab timbulnya penyakit itu. Hal utama penyebab timbulnya penyakit yang diderita ummat saat ini adalah, adanya pemisahan antara kehidupan dunia dengan agama. Orang udah nggak mengatur interaksi cewek-cowok dengan aturan Allah, sistem pendidikan pun udah jauh banget sama aturan Allah.
Terus, apa donk obatnya? Satu-satunya obat yang Greng! Jelas adalah Islam, Karena Allah swt udah bikin agama ini sebagai sebuah aturan semuanya diatur dalam Islam. Ada banyak ayat yang menjelaskan hal ini. Salah satunya adalah Firman Allah swt : "Apa saja yang dibawa/diperintahkan oleh rasul (berupa hukum) kepadamu maka terimalah dia. Dan apa saja yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (Qs Al Hasyr 7)
What must we do? Jawabannya adalah, kita harus menjadi remaja yang Oke. Remaja yang mau ngaji, yang mau mengorbankan segalanya untuk Allah swt. Rajin berda’wah untuk memperbaiki pemahaman ummat Islam yang memble, agar ummat menyadari bahwa satu-satunya obat yang mujarab hanyalah Islam. ingatlah seruan Allah swt :"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang muslim"(Fushilat 33) Ok guys, lets struggle with Islam. Allahu akbar! Wallahu ‘alam bi ashowab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar