Jumat, 30 Mei 2008

Kasih Sayang

Sekarang ini kita banyak menyalah artikan kasih sayang. Kasih sayang sekarang diartikan dengan pengumbaran nafsu. Ini dikarenakan oleh besarnya pengaruh budaya asing yang menyesatkan kita. Sebagian besar yang terpengaruh adalah kita, yaitu kaum remaja. Mereka semua beranggapan bahwa cinta dan kasih sayang merupakan hubungan antara laki – laki dengan perempuan.

Pengertian ini semakin kuat dengan timbulnya budaya valentine yang biasanya diramaikan setiap tanggal 14 Februari oleh sebagian bear remaja. Pada tanggal tersebut mereka merayakannya dengan mengumbar nafsu, bergaul bebas, berpelukan mesra, maupun berciuman. Masya Allah........Bahkan mereka yang melakukan hal – hal tersebut merasa bangga. Padahal perbuatan tersebut dalam Islam sangat haram dan termasuk zina. Allah Swt telah berfirman : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al Isra : 3).

Dan celakanya, kebudayaan yang tak ada di dalam Islam ini lebih dikenal daripada mengingatkan kita kepada Allah dan hari akhir. Lihatlah di media massa yang ada smuanya berpukutat pada 3 hal ini yaitu, sex, song, dan suspense yang membuat kita terlena dengan kehidupan didunia.

Dan sering kita lihat di pers, seni, maupun hiburan selalu menggambarkan bahwa cinta antara 2 manusia yang berlainan jenis lebih agung daripada cinta kita kepada Allah yang segalanya. Masya Allah….Kasih sayang yang digambarakan oleh nafsu ini pun lebih diagungkan ketimbang pengabdian kita kepada Allah Swt. Inlah hal – hal yang merusak akhlaq dan kepribadian kita sebagai generasi muda Islam.

Padahal konesp ukuran kasih sayang kita ini hanya semata – mata karena rasa kemanusaiaan bukan karena beribadah kepada Allah.

Orang – orang di Yunani Kuno percaya bahwa cinta mempunyai dewa sendiri sebagaimana ilmu pengetahuan dan budaya yang berkembang dimasa itu. Adapun perayaan valentine merupakan kedok dan saran untuk membius kita para remaja agar keluar jalur dari Islam.

Sebernarnya kasih sayang yang rusak ini berawal dari permusuhan antara para pendeta gereja dengan para ilmuan pada abad 18 M. Para ilmuan menganggpa bahwa kasih sayang yang digambarkan hanyalah kepalsuan belaka untuk mengeruk keuntungan dari para jemaat. Para pemuka agama dianggap telalu mengekang kehidupan masyarakat. Dan akibatnya, sebagian besar orang eropa kehingan simpati pada agama nasrani, bahkan agama dianggap candu yang berbahaya. Akhirnya dputuskan bahwa agama dipisahkan dari kehidupan sehari – hari. Dari sinilah timbul paham sekularisme dengan motonya “Religion for God and Nation for All”.

Pemujaan kepada nafsu inilah yang kini berlangsung di tengah masyarakat dunia. Yang menjadi penyebab utamanya adalah upaya orang kafir yang mentransfer budya ini kepada kaum muslimin di seluruh dunia. Dan parahnya lagi negeri kita ini malah ikut – ikutan untuk mempopulerkan nafsu ke tengah masyarakat. Mereka umunya adalah kaum muslimin yang menjadi murid dalam ilmu yang kita anggap lebih modern.

Tahu kah bahwa Islam sangat membenci watak pengekor. Maksudnya Islam tidak mengizinkan untuk mengikuti hal – hal yang bukan dari Islam. Nah, tuk sobat muslim smua jgn lagi deh ikut –ikutan hal –hal yang belum jelas apa lagi yang diluar Islam. Ok!

Sebenarnya hanya ajaran Islamlah yang memiliki konsep kasih sayang yang dubutuhkan manusia. Ajaran ini pada dasarnya penuh kasih sayang dan dibangun untuk menegakkan keadilan yang mnyeluruh, tapi kasih sayang Islam bukan damai kepada kejahiliyahan melainkan memeranginya sampai keakar – karnya. Mari kita bersam berjuang untuk memberantasnya, Allahu Akbar!

Ajaran Silam merupakan kasih sayang Allah kepada manusia yang kelak membentuk masyarakat ber sifat saling berkasih sayang kepda sesamanya. Inilah kasih sayang sesungguhanya dan sebenar – benarnya kasih sayang.

Gimana nich sobat dah pada tau kan asal muasal kasih sayang yang kita anut, nah karena dah tau buang deh jauh – jauh rasa kasih sayang kita itu dan diganti dengan kasih sayang yang Islam anut. Karena kasih sayang kepada manusia akan datang pabila manusai dapat berkasih sayang kepda sang penguasa alam semesta yaitu Allah Swt yang esa.

Tidak ada komentar: