Minggu, 07 Oktober 2007

DUNIA INI FANA BRO !!!

Edisi 13 tahun 2
09 Maret 2007 / 19 Shafar 1428 H

Memang benar bahwa kehidupan kita fana, dunia ini juga fana, tapi yang harus menjadi perhatian kita dan kekhawatiran kita adalah: dengan cara apa kita meninggalkan dunia ini? Pada saat seperti apa kita wafat? Dan, bekal pa yang kita bawa untuk dibawa menghadap Allah SWT? Amal baikkah or justru malah amal buruk?

Sobat Ghur, kita berasal dari Allah SWT, dan akan kembali kepadaNya pada waktu yang telah ditentukan. Nah, selama di dunia ini kita juga diminta untuk beribadah kepada Allah SWT. Melaksanakan semua perintahNya dan gak melakukan segala hal yang dilarang Allah SWT.Ini memang sederhana secara teori,tapi jarang yang sukses dalam prakteknya.Semoga kita sih masuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, dan beramal sholeh untuk bekal kehidupan setelah dunia ini. Amiiin.

Cinta dunia?Sewajarnya aja

Mencintai dunia boleh saja,sebab dunia adalah tempat tinggal kita saat ini yang dipenuhi dengan segala gemerlap dan keindahaan yang membuat kita terpesona. Tapi janngan khawatir, kita boleh kok menikmatinya. Allah SWT berfirman

“Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu(kebahagiaan)negeri akhirat,dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari(kenikmatan) duniawi . . .(Q.S al-Qashash[28]:77)

Benar, dunia begitu indah gemerlapnya, tapi tak semua yang ditawarkan itu baik,bahkan mungkin adalah jebakan untuk tergoda mencicipi kemaksiatan yang dikemas dengan manis dan menarik.Miras,perzinahan,perjudian,dsb. Menurut hawa nafsu manusia memang menyenangkan.Tapi, karena semua itu dilarang oleh Allah SWT, maka hanya akan menuai siksa dan dosa jika dilakukan. Jika tak bertobat, tentunya nerakalah tempat kembalinya. Naudzubillahi min dzalik.

Memang, islam gak melarang kita menikmati segala macam perhiasan dan pernak - pernik yang ditawarkan dunia, tapi sewajarnya saja kita meraihnya. Jangan sampai kita tertipu dan gelap mata mencintainya untuk terus mengejarnya bak bayangan tak bertepi ato terus dicari seolah tiada bosannya dan tiada akhirnya.Semoga tidak demikian yang kita lakukan. Amieen…

Jangan takut mati

Sobat semua yang pada ngefans sama grup band Ungu, pasti hapal deh lagu “Andai Kutahu” yang sebagian liriknya berbunyi: “Andai Kutahu, kapan tiba ajalku.Kuakan memohon :Tuhan tolong panjangkan umurku. Andai Kutahu, kapan tiba masaku, kuakan memohon: Tuhan jangan Kau ambil nyawaku.Aku takut,akan semua dosa-dosaku.aku takut dosa yang terus membayangiku. . . .”

Hmm….., sayangnya ‘permintaan’ Ungu dari sebagian lirik diatas gak bisa dikabulkan. Sebab, Malaikat Jibril tuh klo mo datang nyabut nyawa kita gak pake ngasih kabar dulu, bahkan tuk sekedar ‘missed call’ sekalipun.Klo ajal kita udah tiba, ya langsung diambil, gitu loch. Gak bisa ditangguhkan.

Sobat Ghur, sebaiknya kita jangan takut menghadapi kematian.Tapi bukan berarti kita lantas menikmati dunia sebebasnya yang kita inginkan seolah gak akan ada kematian.Justru sebaliknya, “jangan takut menghadapi kematian” diartikan bahwa hal itu pasti terjadi.Biasa aja gitu lho.Bahkan dunia ini juga akan berakhir. Itu sebabnya yang diperlukan adalah persiapan. So, tugas kita hanyalah berusaha sebaik dan sebanyak mungkin untuk mengumpulkan pahala.

Boys n galz, orang yang baik pasti akan mati,begitu pula dengan orang yang bermaksiat pasti akan mati juga.Termasuk orang yang giat berdakwah dan berjuang untuk Islam juga akan mati,dan tentu orang yang diam sambil bengong juga bakalan mati.Bedanya adalah nilai dan amal yang dibawanya untuk menghadap Allah SWT.Betul ndak?

Ayo berjuang,seperti pesan Shoutul Harokah dalam bait syair dibawah ini: “Mengarungi samudera kehidupan, kita ibarat pengembara.Hidup ini adalah perjuangan,tiada masa tuk berpangku tangan.Setiap tetes peluh dan darah tuk akan sirna ditelan masa. Segores luka dijalan Allah,kan menjadi saksi pengorbanan . . . .”.Kita bisa kok,sobat! Semangat !!!


Tidak ada komentar: